REVIEW FILM COCO

Coco_(2017_film)_poster
Sumber: Wikipedia

Setelah sukses dalam beberapa film animasi sebelumnya, kini Pixar kembali menambah daftar panjang film yang direkomendasikan untuk ditonton. Hampir semua teman-teman saya yang telah menontonnya akan berpendapat sama: keren!

Film ini bercerita tentang seorang anak yang bernama Miguel yang bercita-cita untuk menjadi seorang musikus. Bermula dari kisah sang nenek buyut, Imelda yang mengalami peristiwa patah hati karena musik lalu memutuskan untuk memulai usaha pembuatan sepatu yang akhirnya menjadi warisan usaha turun-temurun dalam keluarganya. Di hari itu, Miguel yang seperti biasanya berangkat bekerja melihat sebuah poster tentang diadakannya kontes menyanyi pada perayaan Hari Orang Mati. Merasa tertantang untuk turut serta, ia berlari ke sebuah ruangan di rumahnya yang berisi segala hal tentang Ernesto de la Cruz, idolanya. Di ruangan tersebut ia kembali memutar film tentang idolanya itu sambil ikut memetik gitar mengikuti lantunan lagu yang sedang terputar. Saat kontesnya pun tiba, ia datang tetapi tanpa sebuah alat musik padahal itu adalah persyaratan untuk ikut serta. Setelah ke sana- ke mari meminjam alat musik dengan hasil yang nihil akhirnya sebuah ia mendapat ide yaitu, mencuri gitar milik idolanya tepat di samping peti matinya. Ketika ia mendapatkan gitar itu, ia pun memetiknya lalu seketika berpindah ke Dunia Orang Mati. Dari sinilah kisah ini bermula. Teknik gambar yang sangat memukau, ketepatan antara musik dan alur cerita serta pemilihan kostum pemerannya membuat penonton betah untuk menyakisannya.

Miguel yang bertemu dengan para buyutnya hingga konflik ketika Miguel harus dihadapkan pada pilihan: pulang atau tetap bermusik, kenyataan bahwa idolanya akan menjadi orang yang paling ia benci nantinya hingga mengenal orang yang paling ingin dilupakan dalam keluarganya. Film ini akan mengaduk-aduk emosi penonton dengan alur yang sulit untuk ditebak. Dengan cerita tentang keluarga, kita mendapat pesan moral yang penting. “We may have our differences, but nothing’s more important than family.” (Miguel)

Review ini dibuat sesederhana dan se-tidak-tertebak mungkin karena film sebagus Coco terlalu sayang untuk hanya diceritakan lewat tulisan. Kepada teman-teman, selamat menyaksikan. 🙂

 

Iklan

6 comments

  1. Dengan cerita tentang keluarga, kita mendapat pesan moral yang penting. “We may have our differences, but nothing’s more important than family.” (Miguel) Kerenn… review yg simpel tapi mampu menampilkan keindahan film tanpa harus menceritakan semuanya.. 😊 👍

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s